Adat bertemu syarak.

Adat bertemu syarak.

 Adalah titik yang sangat dalam dalam kerangka pemikiran Minangkabau:

 Adat memberi bentuk kehidupan bersama, sedangkan syarak memberi arah dan batas moral-spiritual.

Dalam ungkapan Minangkabau dikenal:

Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Jika dibaca secara filosofis:

Adat menjawab: bagaimana manusia hidup bersama.

Syarak menjawab: ke mana kehidupan itu diarahkan.

Kitabullah menjadi sumber orientasi wahyu yang tidak boleh di bantah.

Adat 

Berfungsi menjaga tatanan sosial, hubungan kekerabatan, kepantasan, musyawarah, dan identitas masyarakat. 

Syarak menjaga iman, ibadah, halal-haram, akhlak, dan pertanggungjawaban manusia kepada Allah.

Namun pertemuan keduanya bukan berarti semua adat otomatis menjadi syariat, tapi syarak adalah adat yang mesti di lakukan.

Ada adat yang dapat menjadi 'urf (kebiasaan yang di jadikan hukum, ambiak tuah KA nan Monang , ambiak contoh kanan sudah, Klik di sini),yang diterima selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Karena itu, ketika adat bertemu syarak, diperlukan penilaian, penyaringan, dan kebijaksanaan.

Ini menarik jika disambungkan dengan rangkaian pemikiran kita.

 Akal bertemu qalb.

Ilmu bertemu pengalaman.

Filsafat bertemu perenungan.

Adat bertemu syarak.

Semuanya menunjukkan satu pola: dua wilayah yang berbeda tidak harus saling meniadakan; keduanya dapat bertemu tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Dan dalam konteks Minangkabau, pertemuan itu akhirnya bukan sekadar teori:

 Adat membentuk manusia sebagai anggota masyarakat.

Syarak membentuk manusia sebagai hamba Allah.

Ketika keduanya berjalan selaras, lahirlah manusia yang beradat, beradab, dan beriman.

Tetapi batasnya tetap penting: adat tidak boleh menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan syarak tidak boleh direduksi menjadi sekadar kebiasaan adat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku membaca dunia untuk memahami kehidupan.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku adalah bentuk kejujuran kepada diri sendiri.

Membaca kehidupan untuk memahami manusia” adalah sebuah cara pandang yang dalam.