Sejauh mana aku mampu mengetahui?

 Sejauh mana aku mampu mengetahui?.

Aku mampu mengetahui sejauh batas yang diberikan kepadaku.

Aku melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, memahami dengan akal, merasakan dengan hati, dan menafsirkan kehidupan melalui pengalaman.

Tetapi setiap pengetahuan sekaligus memperlihatkan batas pengetahuanku.

Aku dapat membaca alam, tetapi belum mampu mengetahui seluruh rahasianya.

Aku dapat membaca manusia, tetapi tidak sepenuhnya mampu membaca batinnya.

Aku dapat membaca diriku sendiri, tetapi bahkan diriku masih menyimpan sesuatu yang belum kukenal.

Maka pengetahuan bukan hanya tentang menemukan jawaban.

Pengetahuan juga mengajarkan di mana aku harus berhenti dan mengakui keterbatasanku.

Di titik itu, akal tidak harus berhenti berpikir.

Ia justru menjadi rendah hati.

Aku mengetahui bahwa aku mengetahui.

Aku juga mengetahui bahwa ada sesuatu yang belum mampu kuketahui.

Dan kesadaran akan ketidaktahuan itu mungkin merupakan awal dari hikmah.

Lalu muncul pertanyaan yang lebih dalam:

Jika pengetahuanku terbatas, dari manakah datangnya batas itu.

Dan jika ada sesuatu yang melampaui kemampuanku mengetahui, apakah aku sedang berhadapan dengan misteri—atau sedang diarahkan untuk mencari Yang Mahamengetahui?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku membaca dunia untuk memahami kehidupan.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku adalah bentuk kejujuran kepada diri sendiri.

Membaca kehidupan untuk memahami manusia” adalah sebuah cara pandang yang dalam.