Misteri diri sendiri

 Misteri diri sendiri.

Aku membaca diriku, lalu menemukan sesuatu yang bahkan tidak sepenuhnya mampu kukenal.


Aku mencoba memahami pikiranku, tetapi pikiranku sendiri kadang menipuku.

Aku membaca kehendakku, tetapi tidak selalu tahu dari mana kehendak itu muncul.

Aku mengenali tubuhku, tetapi tidak mampu menjelaskan sepenuhnya apa yang membuatku berkata, “aku.”


Aku memiliki kesadaran, tetapi tidak sepenuhnya memahami hakikat kesadaran.

Aku memiliki ruh, tetapi hakikat ruh tetap berada di luar jangkauan pengetahuanku.

Aku mengenal diriku melalui pengalaman, namun semakin dalam aku membaca, semakin terasa bahwa diriku menyimpan sesuatu yang melampaui pengetahuanku tentang diriku sendiri.


Di situlah manusia menemukan batas.

Dan ketika sampai pada batas dirinya, pertanyaan tidak lagi hanya berbunyi:


“Siapakah aku?”


Tetapi mulai berubah menjadi:


“Siapakah Dia yang membuatku ada, memberiku kesadaran, dan membuatku mampu bertanya tentang keberadaanku sendiri?”


Barangkali, mengenal keterbatasan diri bukanlah akhir dari pencarian, melainkan pintu pertama menuju pengenalan kepada Tuhan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku membaca dunia untuk memahami kehidupan.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku adalah bentuk kejujuran kepada diri sendiri.

Membaca kehidupan untuk memahami manusia” adalah sebuah cara pandang yang dalam.