aku belum mampu mengenali kehadiran dan tanda-tanda-Nya?”

Mungkin ini sudah masuk ke wilayah epistemologi spiritual: bukan lagi bertanya “di mana Tuhan?”, tetapi “mengapa aku belum mampu mengenali kehadiran dan tanda-tanda-Nya?”

Pencarian kepada Tuhan mungkin bukan perjalanan untuk menemukan sesuatu yang jauh, melainkan perjalanan menyingkap sesuatu yang selama ini tertutup oleh keterbatasan diri sendiri.

Tuhan tidak menjadi dekat karena aku mencari-Nya.

Aku-lah yang perlahan belajar menyadari kedekatan-Nya.

Al-Qur'an bahkan menggambarkan kedekatan itu dengan sangat kuat:

 “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” QS. Qaf: 16.

Maka persoalannya mungkin bukan ketiadaan tanda, tetapi keterbatasan pembacaan.

Aku melihat alam, tetapi belum tentu membaca maknanya.

Aku mengalami kehilangan, tetapi belum tentu memahami hikmahnya.

Aku bertemu manusia, tetapi belum tentu melihat pelajaran yang dibawanya.

Aku mengalami kegagalan, tetapi belum tentu memahami apa yang sedang dibentuk dalam diriku.

Aku berdoa, tetapi belum tentu memahami bahwa jawaban Tuhan tidak selalu hadir dalam bentuk yang kuharapkan.

Pada akhirnya, perjalanan itu berbalik ke dalam:

Aku mencari Tuhan di luar diriku, lalu menemukan bahwa yang harus terlebih dahulu kuperbaiki adalah cara mataku membaca.

Bukan Tuhan yang semakin dekat.

Kesadarankulah yang sedang belajar mendekat.

Dan mungkin inilah perjalanan panjang manusia:

Membaca kehidupan untuk memahami manusia.

Membaca manusia untuk memahami diriku.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku.

Mengetahui keterbatasanku untuk menyadari kebutuhanku.

Menyadari kebutuhanku untuk mencari Tuhan.

Dan mencari Tuhan untuk menyadari bahwa sejak awal aku tidak pernah benar-benar berada di luar pengetahuan dan pengawasan-Nya.

Yang berubah bukan Tuhan. Yang berubah adalah aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku membaca dunia untuk memahami kehidupan.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku adalah bentuk kejujuran kepada diri sendiri.

Membaca kehidupan untuk memahami manusia” adalah sebuah cara pandang yang dalam.