Akal,qalbu, ilmu Hikmah bersatu

 Akal mempertanyakan.

Ia membuka ruang pencarian dan tidak mudah menerima sesuatu tanpa alasan.

Qalb merasakan.

Ia menangkap kedalaman makna, menghayati pengalaman, dan menyadari apa yang tidak selalu dapat dijangkau oleh penalaran.

Ilmu menjelaskan.

Ia menata pengetahuan, memeriksa bukti, membedakan fakta dari dugaan, dan menjaga manusia agar tidak tersesat dalam klaim.

Hikmah menuntun.

Ia mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan, agar apa yang diketahui tidak berhenti di kepala, tetapi menjadi jalan bagi akhlak dan tindakan.

Maka:

Akal mencari kebenaran.

Qalb menghayati kebenaran.

Ilmu menguji dan menjelaskan kebenaran.

Hikmah mengajarkan bagaimana hidup berdasarkan kebenaran.

Dan ketika semuanya bertemu:

Alam dibaca.

Diri direnungkan.

Wahyu dijadikan petunjuk.

Ilmu menjadi kesadaran.

Kesadaran melahirkan hikmah.

Hikmah melahirkan amal.

Hingga akhirnya manusia menyadari bahwa semakin dalam ia mengetahui, semakin dalam pula ia menyadari keterbatasan dirinya di hadapan Yang Maha Mengetahui.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku membaca dunia untuk memahami kehidupan.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku adalah bentuk kejujuran kepada diri sendiri.

Membaca kehidupan untuk memahami manusia” adalah sebuah cara pandang yang dalam.