Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

 Memberikan arah agar pembacaan itu tidak kehilangan nilai dan sumber kebenaran. Alam dibaca dengan akal, direnungkan dengan qalb, diuji dengan ilmu, dan diamalkan dalam kehidupan melalui adat yang selaras dengan syarak. Dengan demikian, manusia tidak berhenti pada mengetahui apa yang terjadi di alam, tetapi bergerak menuju pertanyaan yang lebih dalam: apa makna semua itu bagi kehidupan, dan ke mana semua pengetahuan itu seharusnya membawa manusia?.

Di sinilah adat, syarak, akal, qalb, ilmu, dan pengalaman tidak berdiri sebagai wilayah yang saling meniadakan. Semuanya dapat menjadi jalan pembentukan manusia: alam memberi tanda, akal membaca, qalb menghayati, ilmu menguji, adat mengatur kehidupan bersama, syarak memberi batas, dan Kitabullah menjadi sumber petunjuk.

Pada akhirnya, pembacaan terhadap alam tidak berhenti pada alam. Pembacaan terhadap diri tidak berhenti pada diri. Ilmu tidak berhenti pada pengetahuan. Perenungan tidak berhenti pada pertanyaan. Semuanya mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa di balik tanda-tanda kehidupan terdapat Sang Pemberi tanda, dan di hadapan-Nya manusia kembali sebagai hamba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku membaca dunia untuk memahami kehidupan.

Membaca diriku untuk mengetahui keterbatasanku adalah bentuk kejujuran kepada diri sendiri.

Membaca kehidupan untuk memahami manusia” adalah sebuah cara pandang yang dalam.